Diduga Dikelola Oknum TNI AL, Gudang BBM Ilegal di Desa Serdang Resahkan Warga

 


LAMPUNG SELATAN – Aktivitas penimbunan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, kian marak dan terang-terangan. Ironisnya, praktik yang merugikan negara ini diduga kuat dikelola oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL), yang memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat setempat.

​​Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas di gudang yang tertutup rapat tersebut berlangsung setiap hari. Truk-truk tangki modifikasi terlihat keluar masuk lokasi, terutama pada malam hingga dini hari. Warga sekitar mengaku terganggu dengan bau menyengat uap BBM yang menyelimuti pemukiman, terutama saat proses bongkar muat berlangsung dan suaranya sangat memanggu dengan adanya suara mesin penyedot BBM.

​"Kami sangat khawatir, Mas. Selain bau yang bikin pusing, kami takut terjadi kebakaran besar. Ini kan pemukiman padat. Saat truk melintas jalan semakin rusak, Musim hujan membuat jalan tegenang oleh lubang, dan Musim panas membuat jalan menjadi berdebu membuat masayarakat sekitar mengalami gangguan kesehatan, Kalau ada apa-apa, siapa yang mau tanggung jawab?" ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

​​Keresahan warga kian memuncak karena adanya dugaan "backing" dari oknum aparat. Kehadiran oknum TNI AL yang diduga mengelola lokasi tersebut membuat warga merasa terintimidasi dan enggan melapor secara resmi ke pihak kepolisian setempat.

​Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait fungsi pengawasan dari pihak berwenang. Selain menimbulkan polusi dan potensi bahaya kebakaran, aktivitas ilegal ini jelas merugikan negara melalui penyimpangan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil, namun justru dialirkan untuk keuntungan pribadi.

​​Masyarakat Desa Serdang mendesak pihak berwenang dan Puspomal untuk segera turun tangan melakukan penertiban tanpa pandang bulu.

​"Kami hanya ingin lingkungan yang aman dan tenang. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas hanya karena ada oknum di belakangnya," tegas tokoh masyarakat setempat.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota tersebut. Warga berharap adanya tindakan tegas berupa penutupan permanen gudang ilegal tersebut sebelum jatuh korban jiwa atau kerugian yang lebih besar.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak